01
Brief kasar masuk
Klien tidak harus tahu nama skill. Yang penting ada masalah, output yang diinginkan, deadline, budget kasar, dan konteks.
Form tetap tanpa login agar ide tidak mati di gerbang pertama.
Cara kerja Markas
MarkasMereka tidak memulai dari daftar talent. Kami mulai dari masalah, lalu menentukan scope, mode kerja, dan personel yang cukup untuk menyelesaikannya.
01
Klien tidak harus tahu nama skill. Yang penting ada masalah, output yang diinginkan, deadline, budget kasar, dan konteks.
Form tetap tanpa login agar ide tidak mati di gerbang pertama.
02
Markas memisahkan kebutuhan inti, risiko, batasan, dan hal yang sebaiknya tidak dikerjakan dulu.
Mode dipilih setelah masalah terbaca: Solo, Squad, Managed, atau Field Quest.
03
Personel dipilih berdasarkan peran, bukan sekadar daftar skill. Satu captain menjaga scope dan handoff.
Squad harus sekecil mungkin agar koordinasi tidak lebih berat dari pekerjaannya.
04
Hasil akhir harus bisa dipakai, diuji, atau dilanjutkan. Jika perlu, Markas menyiapkan checklist dan catatan handoff.
Mission log membantu membaca apa yang terjadi dari brief sampai output.
Scope decoder
Tahap berikutnya, form brief bisa dibuat lebih pintar: memilih urgensi, output, lokasi, budget, dan risiko agar Markas bisa memberi rekomendasi mode kerja sebelum submit.